Young poet who can not sleep.
Rest your head in your words, spill the sadness in each verse.
Young poet hurts to feel the world around them, their war started, your war ended.
Young poet believes in every disturbance, each tremble in your heart will guide your hands.
Kiss me in the darkest night
Touch me with your sad poems and make your pen bleed for me until everything is finished.
And make your pen bleed for me until everything has started.
Young poet who sees pass the time, the sun and moon,
anger and calm,
anger and calm.
Young poet who loves life, rest your soul and come back tomorrow, and come back tomorrow.
Rabu, 06 Februari 2013
Senin, 04 Februari 2013
Paperman
I hope there will be a story about ITman.
curlyman
not-so-tough-man
unmatureman
But for now, let we enjoy
Kamis, 17 Januari 2013
Titik dan Garis
"You could only connecting the dots, by looking backward", adalah ucapan Steve Jobs yang paling saya ingat.
Jika kehidupan ini bagaikan garis dan setiap peristiwa yang terjadi adalah titik yang terhubung oleh garis, hanya dengan melihat kebelakanglah kita bisa menghubungkan titik-titik tersebut.
Menghubungkan titik dan memahami rencana Allah.
Kita tidak bisa memastikan lokasi tepat suatu titik dari kemungkinan yang tak terhingga banyaknya. Rencana, target, janji, semua hal yang belum terjadi, ialah titik di depan yang tak bisa kita perkirakan. Kita juga tidak dapat memastikan suatu titik itu adalah suatu permulaan, pertengahan, atau akhir.
Namun dalam saat yang sama kita bebas membuat garis ke arah manapun kita inginkan. Bergetar, lurus, melengkung, bercorak-corak.....apapun.
Hal yang paling menakjubkan ialah, dari kemungkinan yang tak terhingga tersebut semuanya masih dalam kendali Allah. Apapun yang kita telah dan akan lakukan, semuanya sudah dituliskan.
Maktub. it is written.
Berbeda dengan halnya dengan kita yang berada di masa kini, dan selalu berada di masa kini. Tuhan lah yang menciptakan waktu, Allah is beyond time. Di hadapan Tuhan masa lalu, masa kini, masa depan berada dalam satu bidang, Tuhan tidak pernah terikat di dalamnya. Tuhan bisa melihat titik-tersebut, kemana garis mengarah dan saling terhubung.
Dari titik ini saya melihat ke belakang, titik-titik yang telah saya jalani. Titik-titik yang saya alami bersama dengan orang lain, beririsan. Yang kini telah menjadi takdir. Tidak pernah ada kebetulan. Rezeki, musibah, perasaan senang, sedih, dan rasa sayang. Bukanlah sudah kebetulan.
Titik ini mungkin awal. Mungkin pertengahan. Mungkin akhir dari suatu peristiwa. Namun selalu ada hikmah, hanya perlu rasa syukur dan ikhlas untuk memahaminya.
Jika kehidupan ini bagaikan garis dan setiap peristiwa yang terjadi adalah titik yang terhubung oleh garis, hanya dengan melihat kebelakanglah kita bisa menghubungkan titik-titik tersebut.
Menghubungkan titik dan memahami rencana Allah.
Kita tidak bisa memastikan lokasi tepat suatu titik dari kemungkinan yang tak terhingga banyaknya. Rencana, target, janji, semua hal yang belum terjadi, ialah titik di depan yang tak bisa kita perkirakan. Kita juga tidak dapat memastikan suatu titik itu adalah suatu permulaan, pertengahan, atau akhir.
Namun dalam saat yang sama kita bebas membuat garis ke arah manapun kita inginkan. Bergetar, lurus, melengkung, bercorak-corak.....apapun.
Hal yang paling menakjubkan ialah, dari kemungkinan yang tak terhingga tersebut semuanya masih dalam kendali Allah. Apapun yang kita telah dan akan lakukan, semuanya sudah dituliskan.
Maktub. it is written.
Berbeda dengan halnya dengan kita yang berada di masa kini, dan selalu berada di masa kini. Tuhan lah yang menciptakan waktu, Allah is beyond time. Di hadapan Tuhan masa lalu, masa kini, masa depan berada dalam satu bidang, Tuhan tidak pernah terikat di dalamnya. Tuhan bisa melihat titik-tersebut, kemana garis mengarah dan saling terhubung.
Dari titik ini saya melihat ke belakang, titik-titik yang telah saya jalani. Titik-titik yang saya alami bersama dengan orang lain, beririsan. Yang kini telah menjadi takdir. Tidak pernah ada kebetulan. Rezeki, musibah, perasaan senang, sedih, dan rasa sayang. Bukanlah sudah kebetulan.
Titik ini mungkin awal. Mungkin pertengahan. Mungkin akhir dari suatu peristiwa. Namun selalu ada hikmah, hanya perlu rasa syukur dan ikhlas untuk memahaminya.
Senin, 14 Januari 2013
Dulu dan Sekarang
Mari sedikit merunut dan memetakan:
Dulu : van Nistelrooy
Sekarang : van Persie
Dulu : Insinyur
Sekarang : IT Architect
Dulu : Paul McCartney
Sekarang : George Harrison
Dulu : Tom Morello
Sekarang : Eric Clapton
Dulu : Semur
Sekarang : Semur + Ikan teri
Dulu : Amin Rais
Sekarang : Mohammad Hatta
Dulu : Britpop
Sekarang : Blues
Dulu : Winning Eleven
Sekarang : FIFA Soccer
Dulu : Sony Playstation
Sekarang : Microsoft XBOX
Dulu : Gadis cantik, putih, berambut panjang
Sekarang :
Gadis manis yang berkata," Aku juga tidak tau. Aku sama bingungnya seperti kamu, tapi mari kita hadapi bersama"
Dulu dan sekarang.
Emping.
Minggu, 23 Desember 2012
Door open.
"What are you looking for?"
"I just drag myself from one to another. Hoping I end up in something which I wanted"
"Before reaching this room, are you sure it is here?"
"I don't know"
"This room, just like any other room that you've ever visited, doesn't give you an answer. It is give you what you ask. So what you looking for?"
"Direction,maybe"
"To where?"
"To find myself I guess"
"You ask something that no room can provide, you should continue your walk"
"I just drag myself from one to another. Hoping I end up in something which I wanted"
"Before reaching this room, are you sure it is here?"
"I don't know"
"This room, just like any other room that you've ever visited, doesn't give you an answer. It is give you what you ask. So what you looking for?"
"Direction,maybe"
"To where?"
"To find myself I guess"
"You ask something that no room can provide, you should continue your walk"
Minggu, 18 November 2012
Tulisan.
Sudah lama sekali rasanya tidak menulis.
Ketika masih kuliah dulu saya sempat punya kolom khusus di suatu majalah sains dan teknologi di Bandung. Tulisan saya ketika itu mengenai gaya hidup hemat energi, sejalan dengan bidang keilmuan yang saya gemari saat itu, konservasi energi.
Mulai bekerja, mempunyai rutinitas dan bidang pekerjaan yang benar-benar baru serta merta menyita waktu dan pikiran. Sehingga saya memutuskan untuk melepas tanggung jawab sebagai penulis lepas. Begitu juga dengan blog ini, mungkin jika ada semacam debu digital, blog ini saya yakin sudah tebal dilapis debu.
Menulis bagi saya ialah cara paling efektif untuk mendistribusikan tekanan. Dengan menulis seolah saya mereorganisasikan apa sedang saya pikirkan.
Pelan-pelan merunut apa yang terjadi....
Karena terkadang beban pikiran masuk bertubi-tubi, melanda kita kian kemari,tiba-tiba semuanya sudah terjadi dan lewat begitu saja.
Dengan menulis saya dapat meringankan beban pikiran serta mengurai benang-benang pikiran yang kusut. Mengekspresikan emosi yang terpendam.
Melalui tulisan saya dapat jujur dan sadar.
Senin, 30 Juli 2012
Langganan:
Postingan (Atom)